Sabtu, 20 Juni 2026

Merajut Harmoni Tari, Tabuh dan Bahasa di Desa Delod Peken

Posted By: I Putu Eka Suryadharma - Juni 20, 2026

Share

& Comment

     Sore hari di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan selalu melahirkan simfoni yang unik. Di satu sudut, terdengar hentakan dinamis kendang dan gemerincing ceng-ceng yang beradu. Di sudut lain, sayup-sayup terdengar suara anak-anak mengeja kosakata asing, bersahutan dengan lantunan sloka berbahasa Bali yang adiluhung. Di desa yang menjadi salah satu urat nadi Kabupaten Tabanan ini, sebuah gerakan transformatif sedang berlangsung. Melalui sinergi kegiatan Sanggar Seni Tari dan Tabuh serta Kelas Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, Desa Delod Peken sedang menempa generasi mudanya: generasi yang berakar kuat pada tradisi, namun siap terbang tinggi menggenggam dunia.

1. Menjaga Ritme Leluhur: Sanggar Seni Tari dan Tabuh

Bale banjar dan ruang sanggar di Desa Delod Peken menjelma menjadi kawah candradimuka bagi para seniman cilik. Di bawah bimbingan para instruktur lokal yang berpengalaman, anak-anak desa diajarkan esensi dari kesenian Bali yang sesungguhnya.

  • Sanggar Seni Tari: Anak-anak dengan tekun melatih kelenturan tubuh mereka. Mereka belajar mengunci posisi bahu, menggerakkan jemari dengan luwes, hingga memainkan tatapan mata yang tajam namun anggun dalam tarian.
  • Sanggar Seni Tabuh: Di sisi lain, para penabuh muda duduk berhadapan di depan barungan gamelan. Mereka belajar menyelaraskan ketukan, membaca isyarat pukulan kendang, dan menekan ego instrumen masing-masing demi melahirkan harmoni gamelan gong yang megah.



Seni tari dan tabuh di Delod Peken bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan. Di sini, nilai disiplin, rasa kebersamaan (ngayah), dan kerja keras ditanamkan sejak dini ke dalam jiwa anak-anak.

2. Merawat Identitas: Kelas Belajar Bahasa Bali

Di tengah gempuran budaya pop dan modernisasi kota Tabanan, Desa Delod Peken tidak ingin kehilangan jati dirinya. Melalui kelas bahasa Bali, anak-anak diajak untuk kembali mencintai bahasa ibu mereka.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara berbicara sehari-hari, tetapi juga memperkenalkannya secara mendalam:

  • Sor Singgih Basa: Anak-anak diajarkan menempatkan tingkatan bahasa yang tepat (basa alus, andap, dan kasar) sebagai bentuk penghormatan dan tata krama kepada orang yang lebih tua maupun sesama.
  • Nyurat Aksara Bali: Dengan penuh kesabaran, jemari anak-anak dilatih untuk menggoreskan lembaran kertas atau lontar, merangkai Pasang Aksara Bali yang indah.

Kelas ini menjadi benteng pertahanan budaya, memastikan bahwa aksara dan bahasa suci leruhur Bali tetap hidup dan bergema di hati generasi penerus.



 

3. Menembus Batas Dunia: Kelas Belajar Bahasa Inggris

Sadar bahwa Tabanan merupakan bagian tak terpisahkan dari Bali sebagai destinasi internasional, Desa Delod Peken melengkapi bekal warganya dengan bahasa global. Setelah melestarikan bahasa ibu, anak-anak dan remaja desa diajak menembus batas lewat kelas Bahasa Inggris.

  • Metode Interaktif dan Menyenangkan: Pembelajaran dikemas lewat lagu, permainan, dan simulasi percakapan (speaking).
  • Kepercayaan Diri Global: Fokus utama kelas ini adalah meruntuhkan rasa ketakutan anak-anak dalam berkomunikasi. Mereka diajarkan cara memperkenalkan diri, menceritakan potensi desa mereka, hingga berdiskusi mengenai isu-isu umum menggunakan bahasa Inggris.

Dengan menguasai bahasa Inggris, pemuda Delod Peken dipersiapkan untuk menjadi pelaku aktif di dunia pariwisata, ekonomi kreatif, dan pendidikan tinggi tanpa harus kehilangan jati diri mereka sebagai orang Bali. 





Sinergi Sempurna: Generasi Berkarakter Global

Keindahan dari seluruh rangkaian kegiatan di Desa Delod Peken ini terletak pada keseimbangannya. Tidak ada dikotomi antara modern dan tradisional. Seorang anak yang sore harinya dengan gagah memukul gangsa atau menarikan Tari Baris, bisa jadi adalah anak yang dengan fasih mempresentasikan idenya dalam bahasa Inggris, dan dengan sopan menyapa tetangganya menggunakan Basa Alus Bali di malam hari.

"Bahasa Bali untuk menjaga rasa dan jiwa, Seni Tari dan Tabuh untuk merawat raga dan budaya, serta Bahasa Inggris untuk membuka jendela dunia."

Melalui denyut nadi kegiatan sanggar dan kelas bahasa ini, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, tidak hanya sekadar mencetak masyarakat yang cerdas secara akademis, melainkan manusia-manusia tangguh yang utuh—berwawasan global, namun tetap elok membumi dalam balutan tradisi.


Diposting oleh  :

I Putu Eka Suryadharma

Pendamping Desa Kecamatan Tabanan


About I Putu Eka Suryadharma

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 comments:

Posting Komentar

Copyright © TPP KECAMATAN TABANAN

Designed by Templatezy