Rabu, 27 Mei 2026

Rembug Stunting Desa Bongan Tahun 2026

Posted By: tppkectabananbali - Mei 27, 2026

Share

& Comment




Desa Bongan melaksanakan kegiatan rembug stunting tahun 2026 pada Senin, 25 Mei 2026, sebagai upaya dari percepatan 
pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, BPD, kader posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), pendamping desa, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat lainnya.Rembug stunting menjadi forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program stunting tahun 2025 sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan pelayanan pada tahun 2026 dan perencanaan kegiatan tahun 2027.

Dalam sambutannya, pihak pemerintah desa menyampaikan bahwa alokasi dana desa tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Desa Bongan menerima dana desa sekitar Rp373 juta setelah sebagian anggaran dialokasikan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih dari pemerintah pusat.

Pemerintah desa menegaskan bahwa pengurangan anggaran tersebut bukan disebabkan oleh kebijakan desa, melainkan penyesuaian program dari pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah desa memastikan program prioritas, khususnya pencegahan stunting, tetap menjadi perhatian utama.

Pada kesempatan tersebut, pendamping desa yang mewakili KPM menyampaikan laporan pelaksanaan program stunting berdasarkan hasil pendataan triwulan tahun 2025 dan 2026 melalui aplikasi Kementerian Desa. Pendataan dilakukan terhadap lima kelompok sasaran utama, yaitu remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan nifas, anak usia 0–59 bulan, serta keluarga berisiko stunting.

Dalam evaluasi tahun 2025, Desa Bongan memperoleh nilai rendah dengan kategori merah. Namun kondisi tersebut dijelaskan bukan sepenuhnya akibat buruknya pelayanan di lapangan, melainkan karena kendala teknis aplikasi dan ketidaksesuaian penginputan data.

“Pelayanan sebenarnya sudah berjalan, seperti pelayanan ibu hamil, balita, posyandu rutin, dan pendampingan calon pengantin. Namun banyak layanan yang belum tercatat secara lengkap di sistem,” ujar pendamping desa dalam forum rembug.

Akibat kendala tersebut, capaian pelayanan desa dalam sistem hanya terbaca sekitar 29%. Karena itu, forum rembug menegaskan pentingnya perbaikan sistem pendataan agar pelayanan yang sudah dilakukan benar-benar tercermin dalam laporan.

Pada tahun 2026, Desa Bongan ditargetkan mampu keluar dari kategori merah dan masuk kategori hijau. Pendamping desa menjelaskan bahwa aplikasi pelaporan kini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sehingga seluruh kader dan petugas diminta lebih teliti dalam proses pendataan dan penginputan layanan.

Beberapa permasalahan yang masih ditemukan antara lain data calon pengantin yang belum lengkap, data ibu hamil dan nifas yang belum sinkron, serta data anak usia 0–59 bulan yang belum sesuai kondisi riil di lapangan.

Selain membahas evaluasi data, forum juga menyoroti tingginya beban kerja kader posyandu dan KPM. Saat ini kader harus menangani berbagai kelompok sasaran mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP).

Beberapa peserta mengusulkan adanya pembagian tugas pendataan sesuai kelompok sasaran agar pekerjaan kader lebih efektif. Misalnya, data remaja ditangani oleh pengurus remaja, sementara kader posyandu difokuskan pada pelayanan ibu hamil dan balita.

Rembug stunting juga membahas perencanaan kegiatan tahun 2027. Dalam forum tersebut disampaikan sejumlah kebutuhan pelayanan seperti pengadaan baterai timbangan posyandu, perbaikan sarana posyandu, peningkatan kapasitas kader, hingga penguatan sistem pendataan dan pelaporan.

Peserta diingatkan bahwa seluruh kebutuhan harus diusulkan sejak awal dalam perencanaan anggaran desa agar dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.


Dalam sesi diskusi, beberapa peserta turut menyampaikan evaluasi terhadap kinerja KPM yang dinilai kurang aktif dalam koordinasi dan pelaporan. Pendamping desa menegaskan bahwa evaluasi maupun pergantian KPM harus dilakukan melalui musyawarah bersama demi menjaga kelancaran pelaksanaan program stunting di desa.

Kegiatan rembug stunting ditutup dengan penegasan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program pencegahan stunting. Pemerintah desa berharap melalui evaluasi dan koordinasi yang lebih baik, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Bongan dapat terus meningkat sehingga generasi masa depan tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Penulis: Wayan Nopiani

About tppkectabananbali

Organic Theme. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 comments:

Posting Komentar

Copyright © TPP KECAMATAN TABANAN

Designed by Templatezy