Kamis, 23 Oktober 2025

Rumah Desa Sehat Dilaksanakan, Wujud Nyata Komitmen Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

          Kamis, 23 Oktober 2025, Pemerintah Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali resmi melaksanakan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai pusat koordinasi dan inovasi kegiatan pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Wanasari ini dihadiri oleh perwakilan Puskesmas, Bidan Desa, BPD, LPM, TAPM Kabupaten, PD, PLD, kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu, Ketua TP PKK, Guru PAUD, Guru TK, dan kader kesehatan lainnya yang ada di Desa Wanasari. Kegiatan RDS ini dimoderatori oleh KPM Ibu Eka Dewi yang dalam penyampaiannya diawali dengan penyampaian agenda kegiatan. Penyampaian awal terkait data sasaran serta kondisi data sasaran tersebut. 

Adapun data sasaran yaitu balita sejumlah 99 orang, remaja putri 26 orang, catin 1 orang, serta ada yg mengalami stunting sebanyak 2 orang. Terkait pelaksanaan posyandu siklus hidup sudah dapat dilaksanakan di semua posyandu. Namun perlu dipersiapkan terkait pelaksanaan posyandu 6 SPM.   








          Perbekel Wanasari I Gede Ketut Agus Suparsa dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rumah Desa Sehat merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-sektor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Rumah Desa Sehat akan menjadi pusat data dan informasi kesehatan desa, termasuk pemantauan gizi balita, sanitasi lingkungan, kesehatan ibu dan anak, serta penanggulangan penyakit menular. Selain itu, RDS juga diharapkan menjadi tempat edukasi dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program Rumah Desa Sehat merupakan bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Kesehatan Desa dan mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan adanya Rumah Desa Sehat, diharapkan masyarakat desa semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan, serta mampu berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera.
        Dalam Forum RDS ini banyak hal kendala yang disampaikan oleh bidan desa serta oleh perwakilan dari Puskesmas yaitu berkaitan dengan pemeriksaan kehamilan, masih sedikit ibu hamil yang memeriksakan diri ke pustu. Masih banyak ibu hamil kurang sadar dalam melakukan pemeriksaan. Sehingga diperlukan upaya-upaya lain yang harus dilakukan oleh semua kader kesehatan desa termasuk pemerintahan desa agar layanan posyandu siklus hidup yang di dalamnya juga terdapat pemeriksaan ibu hamil dapat dilaksnakan sesuai dengan tujuan awal. Untuk imunisasi dasar lengkap sudah semua sasaran mendapatkan imunisasi. Untuk pemberian vitamin A diberikan setiap bulan Februari dan Agustus, agar dapat disosialisasikan oleh semua kader ke semua masyarakat. Terkait tablet tambah darah (TTD) ada beberapa remaja yang mual serta ada yang tiba-tiba langsung menstruasi. Hal tersebut ditanggapi oleh perwakilan puskesmas. Banyak remaja yang mengalami keluhan karena tidak mengetahui pentingnya asupan TTD serta efek samping yang mungkin muncul setelah meminum TTD seperti keadaan feses yang akan berubah, sehingga perlu diimbangi dengan asupan buah dan sayur, serta seharusnya TTD diminum setelah makan agar tidak mempengaruhi kerja asam lambung sehingga bisa menimbulkan mual. 
          Beberapa informasi penting yang disampaikan oleh Perwakilan Puskesmas yaitu penyampaian jadwal posyandu serentak yang akan dilaksanakan di awal November. Untuk PMT lokal akan diberikan di bulan Maret tahun 2026. 
Dalam diskusi yang sangat menarik ini, juga disampaikan oleh TAPM Kabupaten Bapak Wayan Suartika terkait strategi yang dapat dilakukan untuk merubah pola pikir masyarakat terutama ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan dengan bekerja sama dengan adat. termasuk juga dalam menanggulangi  kendala penggunaan plastik dalam pengadaan PMT yang perlu ditindaklanjuti. Pentingnya pelaksanaan RDS (desa harus mempertimbangkan pentingnya pembangunan di bidang kesehatan dan bidang pendidikan, konsentrasi desa pada kegiatan preventif dan promotif yang berdasar pada perubahan prilaku di masyarakat). Kegiatan diskusi diakhiri dengan penyampaian pantun oleh TAPM Ibu Kadek Wiraseni serta ditutup dengan kata-kata motivasi yang disampaikan langsung oleh Ibu Eka Dewi "Setiap Langkah Kecilmu di Posyandu adalah pijakan besar menuju Desa yang Sehat dan Kuat".

Penulis,

Cyntia.D





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musdes Penetapan Pemutakhiran Data SDGs Desa Tahun 2025

  Musyawarah Desa dalam Rangka Penetapan Pemutakhiran Data SDGs Desa Tahun 2025 di Desa Sesandan 1. Pendahuluan Pembangunan berkelanjutan d...